Beranda > Berita Nasional > Yulianto Missing Link, Keluarga Pastikan “Yulianto Telah Meninggal”

Yulianto Missing Link, Keluarga Pastikan “Yulianto Telah Meninggal”

YuliantoYulianto Missing Link, Keluarga Pastikan “Yulianto Telah Meninggal”.. Yulianto Missing Link, Keluarga Pastikan “Yulianto Telah Meninggal”..

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah gembong teroris Noordin M Top tewas, barangkali orang yang saat ini paling dicari para penegak hukum di Indonesia adalah Yulianto. Sosok ini adalah the missing link, orang yang diyakini sebagai kunci pengurai kekusutan fakta atas kemelut kasus Bibit-Chandra.

Yulianto, oleh Ary Muladi, disebut sebagai orang yang menerima semua dana yang dipercayakan Anggodo kepadanya. Polisi tidak mempercayai sosok Yulianto. Menurut polisi, Yulianto adalah tokoh fiktif karangan Ary Muladi. Ary hingga kini bertahan pada keterangan terakhirnya bahwa semua uang ia berikan kepada Yulianto.

Siapa Yulianto? Menurut Ary, Yulianto dikenalnya di Surabaya sepuluh tahun silam. Ary mengaku mengenal sosok Yulianto dari seorang rekannya yang bernama Haji Labid. Yulianto dikenalnya sebagai seorang wiraswasta yang beralamat di Jalan Darmahusada Indah di Surabaya. Menurut Ary, Yulianto mengaku kenal dengan sejumlah pejabat di Jakarta. Yulianto pun mengaku menyanggupi untuk “menembus” pimpinan KPK.

Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR mengatakan, Ary tidak bisa menunjukkan sosok Yulianto. Ary dalam keterangan pers seusai dimintai keterangan oleh Tim Delapan menuturkan bahwa tinggi badan Yulianto lebih tinggi sekitar 5 cm. Menurut pengamatan, tinggi badan Ary berkisar 175-180 cm.

Ary juga mendeskripsikan bentuk alis Yulianto yang cenderung lurus, naik di bagian ujungnya. “Jadi dia terkesan naik karena kayak orang Tionghoa. Mukanya bukan muka Chinese, tapi pribumi Indonesia. Kulitnya seperti saya, tapi lebih bersih dan badannya lebih atletis daripada saya,” lanjut pria yang terkesan kalem ini.

Apakah Yulianto sosok fiktif? Bonaran Situmeang, kuasa hukum Anggodo Widjojo, adik bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, berujar, “Kalau ada sosok Yulianto, saya akan sobek kartu pengacara saya.”

Wartawan menelusuri keterangan Ary. Para juru warta menyambangi Perumahan Dharmahusada Permai, Mulyorejo, Surabaya. Dari petugas keamanan diperoleh informasi bahwa ada penghuni yang bernama Yulianto Limopranoto. Usut punya usut, ternyata Yulianto yang satu ini bukan yang dimaksud.

Selanjutnya, keterangan lain datang dari Surabaya. Ketua Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Jawa Timur R Henry Rusdijanto, SH, mengaku mengenali sosok Yulianto sebagaimana dideskripsikan Ary Muladi.

Menurut Hendry, pada 1997, Yulianto pernah terlibat kasus penipuan tanah. “Ia dikenai hukuman selama satu tahun. Namun, mulai dari Polwiltabes hingga ke Pengadilan Negeri Surabaya tidak sempat dimasukkan ke penjara,” katanya.

Sosok Yulianto tersebut akhirnya muncul kembali pada 2005. Saat itu, Yulianto sempat mengontak Hendry dan mengajaknya bergabung di kantornya untuk membentuk sebuah kantor biro jasa di sebuah daerah di Jakarta. Namun, sejak tahun 2005 hingga saat ini, ia kehilangan kontak dengan sosok Yulianto, yang disebut-sebut menerima uang suap Rp 5,1 miliar dari Ary Muladi.

Hendry meyakini keberadaan sosok Yulianto yang pernah dikenalnya itu melalui ciri-ciri yang disebutkan Ary Muladi di depan Tim Delapan atau Tim Pencari Fakta (TPF) pada beberapa hari yang lalu. “Yulianto memang berbadan atletis dan bermata sipit. Matanya memang sipit, kayak orang China, tapi dia Jawa,” katanya. Inikah Yulianto yang dicari? Tugas polisi untuk memastikan sosok Yulianto.

Surabaya – Siapa sebenarnya Julianto yang disebut-sebut Ary Muladi makin misterius lagi. Julianto, sosok baru yang dimunculkan yang pernah aktif di MKGR, ternyata bernama lengkap Hermawan Yulianto (bukan Julianto-Red). Dia dipastikan telah meninggal dunia pada 29 Mei 1999.

Kepastian ini disampaikan Iwan Harimurti, adik ipar Hermawan Yulianto, kepada detikcom, Selasa (10/11/2009). Iwan membenarkan bahwa Yulianto adalah keponakan Mien Sugandhi dan putra dari Almarhum Soewarso, mantan Ketua Ketua MKGR Jatim.

“Yulianto sudah meninggal dunia 29 Mei 1999, karena liver,” kata Iwan meluruskan pemberitaan mengenai Yulianto yang muncul akhir-akhir ini.

Iwan membantah bahwa Yulianto adalah makelar kasus. “Pekerja dia adalah kontraktor,” tegas dia. Dia juga membantah Yulianto pernah terjerat kasus penipuan dan penggelapan dan divonis pengadilan empat bulan penjara.

Lebih lanjut, Iwan juga sudah menemui Ketua Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Henry Rusdijanto yang menjadi sumber awal dalam pemberitaan Yulianto itu. “Saya sudah minta kepada Henry untuk meminta maaf baik secara lisan atau tulisan,” ujar dia.

Iwan juga sudah menjelaskan kepada Ketua MKGR Jatim Arifudinsyah untuk klarifikasi tentang hal itu. Iwan meminta agar pemberitaan mengenai kakak iparnya itu dihentikan.

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaaaank

I Love U fuuulllllllllllllllllll

Hari Pahlawan : Tanamkan dalam DADA Semangat Juang Bung Tomo , [HOT NEWS !] Ibu Kota Negara Hilang Lenyap Terendam Air , Pidato Bung Tomo Penuh Semangat Patriotisme , Hari Pahlawan, Bung Karno, Reformasi dan Kemiskinan Rakyat , Kesaksian Williardi yang Menghebohkan !!! DPR Desak Kapolri Klarifikasi

  1. sikapsamin
    11 November 2009 pukul 05:23 | #1

    Sudah sangat diperlukan Pembenahan Sistim-Kependudukan serta Hukum KewargaNegaraan
    KTP – Hrs mencantumkan :
    Nama Saat Lahir :
    Nama Saat Ini :
    Nama Saat Mati :
    DNA :

    WNA = Warga Negara Asli
    WNI = Warga Negara Imigran/Pendatang

    Bhuueerreesss to… Gitu Aja Kok Repot
    Salam…WNA/WNI

  2. 11 November 2009 pukul 06:38 | #2

    keduax

  3. 11 November 2009 pukul 06:40 | #3

    Yang aku kuatirkan cuman satu polisi susah melacak Yulianto sebab bila malam tidak ada yang namanya Yulianto itu adanya Yulianti. sampe pusing nggak nemu. kalau cari siang hari aja baru ketemu sama Yulianto

  4. 11 November 2009 pukul 06:41 | #4

    kang boed I Luv you Full

  5. 11 November 2009 pukul 06:43 | #5

    Kunjungan pagi kangBoed..
    Masih ada aja ya gembong teroris gga abis-abis …
    Salam hangat..

  6. 11 November 2009 pukul 06:43 | #6

    Padahal posisi Yulianto nggak bisa digantikan Yulianti ya Mas…

  7. 11 November 2009 pukul 06:47 | #7

    DUh puyeng mikirin ini kangboed, mending mikirin ujian dah. hahahhah

  8. 11 November 2009 pukul 08:31 | #8

    cari yulianto hidup atau mati,….!!!!! kalau mati dimana kuburannya…hahahha..

  9. 15 November 2009 pukul 15:54 | #9

    saksi kunci terhadap kasus penyuapan serta pemerasan yang dilakukan KPK kini mulai buka suara
    terakhri Ary Muladi memberikan opini bahwa BAP yang iya tanda tangani terjadi karena ada unsur paksaan dan BAP tersebut bukanlah pernyataan beliau…
    kini satu persatu kasus kriminalisasi KPK semakin menunjukan titik terang…
    kini POLISI tinggal meburu saksi kunci lainya]terakhir salsi kunci itu memiliki nama YULIANTO…

    semoga saja Yulianto segera ditemukan sehingga kasus kriminalisasi KPK ini tidak terlalu lama laru sehingga menghambat pembangunan serta kemajuan bangsa kita ini.

    I lOve U Fuuullllll…………
    Iklan

  10. Siti Mardiyah
    9 Desember 2009 pukul 13:04 | #10

    Thank you, mercy, sukron, julialely cs. Salam dari aku ichsan dan ini juga ada opini teman kita juga. Uni, Siti Mardiyah. Kupanggil Uni karena dia bukan orang Jawa atau Malaysia tapi orang Makassar campuran Padang. Selamat membaca. Artikel ini sudah muncul sebelumnya tapi sedikit direvisi karena ada salah kata atau ejaan, ini update dan kuambilkan. Ini dia:

    Gerakan 9 Desember hari ini dan dalam kesempatan-kesempatan ke depan berikutnya harus beragendakan pelengseran SBY. Jelas. Jangan biarkan korupsi apapun bentuknya dibiarkan dan direstui, tahu sama tahu, oleh SBY, setuju banget.

    Juga poster-poster harus dibuat berbahasa Indonesia dan Inggri, masif, dan komunikatif: LENGSERKAN SBY! SBY STEP DOWN! dan sebagainya. Kalau sekadar demo damai basa-basi anti korupsi justru akan menguntungkan SBY yang tidak akan membawa negeri ini baik.

    Sudah enak dia 5 tahun, jangan ditambah berkuasa 5 tahun lagi sampai 2014. Kita semua sudah mengenali watak tidak jelas itu ada pada SBY. Watak tidak mungkin berubah. Kalau selalu ragu dan tidak jelas, Indonesia tidak akan mampu bangkit. Menjatuhkan SBY untuk situasi saat ini justru sejalan, seirama dan sesuasi UUD 1945. Lihat, tidak ada satu saja kebijakan SBY yang sesuai dengan UUD 1945. SBY kapitalis tidak, sosialis tidak, agama tidak. Kebijakan ekonomi dan politik SBY justru bersifat makelar dan koruptif masif.

    SBY tidak akan membawa perubahan signifikan dan sengaja membiarkan semuanya liar. SBY membiarkan semakin banyak ketidakadilan hukum dan ekonomi. Karakter tidak mungkin berubah. SBY berkarakter ragu, penakut, pengecut, namun selalu saja mencoba menyusun kata-kata berbunga-bunga, di saat menghadapi berbagai dilema yang harusnya dia pecahkan dengan memuaskan rakyat.

    SBY terinfeksi berbagai sindrom dan penyakit. Sindrom penakut, penyakit menular miskin wawasan kenegaraan dan miskin pengawasan dan pelaksanaan dalam kebijakan pemerintahan. Yang dia kenal, tahu sama tahu. Pejabat atau menteri melaksanakan program sekadar menuruti tren omongan orang tanpa wawasan pembangunan kenegaraan yang benar dan tanpa target manfaat rakyat. Seluruh dana aman dikorupsi bersama, inilah tahu sama tahu.

    Pemimpin negara yang terinfeksi sindrom dan penyakit menular tersebut tidak mungkin membangun negara. Ini sebab SBY nyaman dan menantang terus dengan semakin banyak menyusun kata-kata pidato bohong, menonjolkan pribadi seolah-olah negara miliknya.

    Di facebook dan yang lain, ini tentu saja normal, SBY dibilang l-e-m-o-t, lemah otak. Tetapi SBY tidak menyadari dan malah pura-pura tidak tahu dan tetap merangkai kata-kata pidato mencoba merayu rakyat, dan bersikap defensif.

    5 tahun itu berlalu rakyat tidak mendapat manfaat dari SBYdan 5 tahun lagi mungkin akan berlalu sama. Lambat dan tidak ada tindakan substantif kecuali pembohongan-pembohongan, pembodohan-pembodohan, cara-cara lama yang terus dipakai SBY. Dia tidak menyadari zaman sudah berubah, dan rakyat sangat cerdas. Pasti SBY akan diturunkan di tengah jalan dan tidak lama lagi kalau terus begini.

    Mencermati wataknya selama ini jelas SBY tidak akan berbuat banyak untuk rakyat. SBY bukan tipe pemimpin dan apalagi bapak pembangunan seperti Suharto.
    Kepandaian menutupi borok-boroknya adalah khususnya karena abang kita yang pandai bicara dan menutupi kelemahannya, abang Andi Malarangeng, yang maaf ketularan oportunis dan licik. SBY dan abang Andi hanya jenis manusia saleman kata-kata.

    Tentu saja kalau ada di audit komprehensif maka semua proyek periode 2004-2009 bocor banyak, dikorupsi tidak nampak, atas nama proyek-proyek yang tidak ada manfaat untuk rakyat kecuali disunat sana sini. Maka SBY terpilih lagi. Korupsi menjadi-jadi karena banyak orang ambil manfaat dari pembiarannya. Korupsi merajalela justru karena SBY tidak ditakuti.

    SBY mengartikan reformasi sekadar slogan untuk dimanfaatkan di pidato, bukan memahami makna sejatinya dan luasnya, dan tidak dilaksanakan maksimal. Ini juga kesalahan sistem, negara ini tidak punya MPR dalam arti sebagai majelis tertinggi yang bisa “menggantung” presiden buruk, dan tidak ada GBHN.

    SBY parah kalau dibandingkan Suharto. SBY mengatakan tidak hutang tapi tetap hutang. SBY pinjam dari ADB dan World Bank, tentu bukan dari IMF. Agar uangnya tetap bertambah, IMF sekarang menawarkan hutang baru dengan syarat longgar.

    SBY benar kalau dibilang lemot. Suharto memang pinjam ke IMF dan World Bank tetapi benar-benar untuk pembangunan masif dan tidak banyak bocor. Suharto punya pengawasan dobel tripel. Suharto tegas dan memecat siapa saja yang tidak beres. Dalam kabinet SBY, dana-dana menguap habis. Konon juga untuk mengongkosi kampanye 2009 antara lain dengan pelanjutan program BLT. Pemerintahnya konon juga terlibat skandal talangan tak perlu atas Bank Century, yang duitnya konon masuk ke putranya sendiri dan pembantu-pembantunya termasuk ke orang-orang KPU. Penuduh-penuduh bisa salah bisa benar. Mereka mengaitkan itu karena Budiono jadi wapres dan Mulyani kembali ditunjuk.

    SBY tidak mampu apalagi secepat dan setingkat Suharto. Suharto membangun mendirikan industri dan bisnis Batam, yang sayangnya sekarang sudah memudar. Suharto membangun jalan-jalan raya dan yang lain bukan sekadar sebelum kampanye, dalam merayu rakyat. SBY tidak mampu melanjutkan pembangunan proyek jalan layang dan tol signifikan yang terhenti setelah sekian lama sejak Suharto lengser.

    Di masa Suharto, semua jalan tol, layang dan jalan raya dibangun bagus dan awet karena dana tidak banyak bocor, bukti konkrit Suharto. Dia mengawasi dan memecat pejabat teras yang tidak beres. Suharto tidak kata berbunga tetapi tindakan.

    Tetapi SBY lebih suka kata-kata berbunga. Suharto bernasionalisme dengan bukti konkrit tersebut. Kalau saja dahulu Suharto tidak dilengserkan pasti Indonesia sekarang sudah sama dengan Malaysia atau sedikit dibawah Singapura. Betapa tidak berartinya SBY saat ini dan dia selalu menutupi malunya bukan dengan lengser, tetapi dengan membuat kata-kata berbunga dalam setiap kesempatan pidato, ini samasekali tak lucu. Lihat jalan layang Kalimalang itu yang sampai sekarang tetap tidak selesai dibangun, bahkan sekian lama setelah Suharto lengser dan sudah meninggal. SBY membuktikan tidak mampu meneruskan pembangunan manapun.

    Justru presiden boneka seperti SBY yang harus dilengserkan, bukan Suharto yang kita sadari ternyata lebih cinta dan perduli rakyat.

    Bangsa ini memang tidak mampu mengenali pemimpin dan negarawan sejati atau bohongan. Suharto cinta pembangunan, Sukarno cinta rakyat, dilengserkan. Sementara, SBY boneka imperialis dan pembohong, dibiarkan, tidak dilengserkan. Kita selalu dibodohi memaksa lengser presiden adalah makar dan melanggar Konstitusi UUD 1945 adalah kata-kata pertahanan penguasa. Justru menjatuhkan presiden macam SBY yang tidak perform dan tidak menjalankan amanat UUD 1945 adalah menegakkan UUD 1945. Lihat, tidak ada kebijakan SBY yang sejalan dengan UUD 1945.

    Suharto dalam beberapa tahun terakhir berkuasa berhasil membangun masif untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Tetapi SBY bahkan sampai 2014 sekalipun juga tidak akan mampu. SBY asyik dengan pidato kata-kata. SBY tidak diberi pelajaran oleh kita yang bersikeras menuntut dia lengser.

    Sebagai mahasiswa kita malu punya negara dengan presiden seperti ini yang tidak hanya boneka imperialis tapi juga miskin wawasan bernegara untuk kepentingan rakyat.

    Di facebook dan tv-tv, bahkan SBY dibilang, dan ini wajar saja, l-e-m-o-t. SBY sebenarnya pandai mengambil keuntungan pribadi dan dia telah menganggap dirinya pemilik Indonesia, sebuah sindrom yang lain. Beberapa kawan kita telah membuat analisa psikologis sifat dan watak SBY melalui pidato-pidato SBY.

    SBY menegakkan HAM hanya sebatas kebebasan berekspresi dan inipun sangat lemah karena membiarkan tim hakim di sebuah pengadilan negeri menggangsir kebebasan tersebut, renungakan kasus Prita. SBY tidak minta hakim ketua tersebut dipecat, hanya untuk menunjukkan dia tidak boleh campur tangan, kepura-puraan dan pembodohan. Padahal jaksa agung dan ketua MA sekalipun diangkat oleh Presiden. Presiden boleh memberhentikan mereka sekalipun. Ini pembodohan nyata pada rakyat. Hal separah ini tidak mungkin terjadi di masa Suharto.

    SBY bukan menegakkan HAM secara komprehensif dan substantif. Buktinya siapa pembunuh Munir tidak terungkap dan kasus ini lenyap di telan lupa. SBY tidak substantif, karena jutaan rakyat dibiarkan tidak berubah nadib mereka, inikah penegakan HAM? Ini justru pelanggaran HAM berat dan masif.

    SBY juga membiarkan merajalela korupsi berjamaah dengan memarkup dan menyunat dana-dana proyek pemerintahannya sendiri. Sedangkan ketidakadilan hukum dan ekonomi menjadi-jadi, karena SBY dilihat tidak tegas, dilecehkan. Banyak pejabat dan menteri menjalankan proyek dengan dalih memperbaiki taraf hidup masyarakat, namun yang ada di kepala mereka sesungguhnya hanya bagaimana caranya mendapat jalan sukses berkorupsi yang tidak kelihatan, dan SBY tahu ini, tahu sama tahu. SBY aman tidak dilengserkan. Indonesia dunia terbalik.

    Hasil pemilu 2009 sesungguhnya tidak sah karena hasilnya bukan mencerminkan kebenaran. Kemenangan itu sesungguhnya juga karena politik duit antara lain dengan gimik-gimik suap seperti BLT dan sebagainya. Inilah yang merusak sistem demokrasi. Demokrasi menjadi tidak disukai karena selalu diselewengkan SBY.

    Di Iran hari ini kita menyaksikan demo masif yang digerakkan pemimpin oposisi yang kalah pemilu saat melawan Ahamdinejad. Demo tersebut persis sama sebelum pelengseran Suharto. Gerakan di Iran kali ini didanai CIA dan bertujuan menjatuhkan Ahmadinejad, yang bersikeras memperkaya uranium ke kadar senjata nuklir dan tidak mau menghentikan program tersebut.

    Di Indonesia esok 9 Desember dan dalam waktu dekat ke depan gerakan mahasiswa mungkin tidak akan mampu melengserkan SBY, karena tidak ada negara dan lembaga kuat dari luar yang berkepentingan. Amerika belum diyakinkan oleh Tokoh-tokoh penting negeri tampaknya keok dan tidak mampu meyakinkan pemerintah Amerika bahwa Amerika akan lebih nyaman kalau bukan dengan SBY. Dengan SBY, Amerika tetap bisa mangangkuti berton-ton emas dari Papua dan migas dari daerah-daerah lain di Indonesia, membantu mengatasi ekonominya yang hancur lebur akibat krisis finansial. Harus ada yang meyakinkan tanpa SBY kepentingan Amerika lebih aman. Kita menunggu tokoh-tokoh seperti pak gus Dur dan pak Amien cs., mengapa SBY dibiarkan sampai 2014, apa dia tidak sudah lama melanggar UUD 1945?

    Menunggu Tuhan jangan. Yang pasti kalau seluruh umat beragama di Indonesia berjuang keras, bangun dan sadar, bahwa negerinya di bawah rezim boneka dan tidak becus, rakyatnya menjadi sengsara, walaupun Indonesia merdeka sejak tahun 1945.

    Dan yang pasti SBY bisa, bisa dilengserkan atas nama UUD 1945 dan cara lain apa saja kalau mantan jenderal-jenderal terbuang tidak takut. Seluruh rakyat menunggu. Kalau mereka mau bersama-sama jaringan mahasiswa dalam arti luas dan kalau mau juga mengajak seluruh tokoh masyarakat penting seperti pak Amien Rais dan pak Gus Dur serta tokoh-tokoh pendemo masa lalu, bersama-sama turun ke jalan, tetapi dengan poster-poster jelas, berbagai bahasa, komunikatif, dengan agenda pelengseran SBY.

    Pak gus Dur dan pak Amien punya basis massa masif dan signifikan. Bersama kita mahasiswa seluruh Indonesia dan kalau didukung perwira-perwira TNI dan polisi terbuang dan juga yang aktif, atas nama berbagai pelanggaran dan penyelewengan, kita bisa melengserkan SBY. Mereka juga harus meyakinkan CIA dan Amerika, bicara jelas jangan mendua, saat ditanya agen-agen CIA. Mereka juga harus rajin mengirim email ke lembaga-lembaga internasional. Mereka juga harus aktif berkomunikasi bisa lewat email ke CIA dan bertemu dengan agen-agen CIA di Bangkok dan Singapura bahwa SBY bukan harapan rakyat dan rakyat bisa marah masif dan kepentingan Amerika tidak dijamin aman. Amerika tidak mau kepentingan industri pertambangan masifnya di Indonesia terganggu akibat pemimpin yang membuat marah rakyat. Pak gus Dur dan pak Amien tidak boleh sekadar bicara tetapi buktikan turun ke jalan dan teriakkan lengserkan SBY. Jangan biarkan rakyat itu menderita terus-menerus. Ayooo, maju terus, sampai SBY benar-benar mundur. Setuju yang mengatakan bahwa pangkal masalahnya adalah SBY. Ayoo kita lengserkan SBY. Lebih cepat lebih baik.

  1. 11 November 2009 pukul 08:12 | #1
  2. 11 November 2009 pukul 14:21 | #2
  3. 11 November 2009 pukul 14:31 | #3
  4. 11 November 2009 pukul 14:44 | #4
  5. 12 November 2009 pukul 00:10 | #5
  6. 12 November 2009 pukul 00:18 | #6
  7. 12 November 2009 pukul 08:30 | #7
  8. 13 November 2009 pukul 07:08 | #8
  9. 13 November 2009 pukul 09:02 | #9